Bahkan koruptor Indonesia masih sangat kuno dalam melakukan rekayasa traksaksi keuangan, hal ini yang mempermudah KPK dalam penangkapan langsung.
![]() |
| Drajad, doc istimemwa |
"Bahkan pejabat korup pun tidak memakainya. Mereka lebih senang menerima suap tunai. Cash and carry. Itu sebabnya mudah bagi KPK melakukan OTT (operasi tangkap tangan)," kata Dradjad seperti dilansir beritasatu (6 April 2016).
Skenario rekayasa transaksi keuangan itu memang sangat berbeda dengan pejabat di Rusia, Tiongkok, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika, yang sudah mengenal skenario pelayanan keuangan global
"Tapi anak-anak pejabat kita sudah banyak yang jago tentang SPV. Saya masih menelusuri hal ini dari Panama Papers," ujar Dradjad.
Author k0ran.com
