k0ran.com - Google dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta akan mengembangkan aplikasi Text to Speech (TTS) khusus Bahasa Jawa. Kerjasama penelitian dan pengembangan aplikasi ini dinamakan Project Unison.
Kerjasama dengan UGM ini akan dimulai dengan pengumpumpulan rekaman turuan bahasa Jawa untuk database aplikasi.
“Sangat penting bagi kami untuk bekerja sama dengan universitas karena proses pengumpulan data, khususnya untuk bahasa bahasa daerah, memang sangat sulit sehingga tidak dapat kami kerjakan sendiri,” kata Senior Program Manager Google Research for Low Resource Languages, Linne Ha, yang disampaikan dalam Seminar Digitalisasi Bahasa Jawa dengan Google ASR dan TTS, Rabu (4 Mei 2016) di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Di Indonesia, Bahasa Jawa menjadi bahasa daerah pertama yang akan dilakukan digitalisasi mengingat penuturnya yang terbilang cukup banyak.
Project Unison merupakan riset yang dimulai Google pada tahun 2015 untuk mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam mengembangkan aplikasi Text-To-Speech untuk bahasa-bahasa yang dikategorikan sebagai low resource language, seperti berbagai bahasa daerah yang ada di dunia.
Meski demikian, tantangan tersendiri dalam pembuatan aplikasi karena dialek bahasa Jawa yang sangat beragam.
“Keragaman dalam bahasa Jawa menjadi tantangan tersendiri. Antara penutur bahasa Jawa di daerah ini dengan daerah yang lain bisa punya dialek yang berbeda. Namun, kami berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin data untuk membangun identifikasi suara yang mampu menangkap berbagai dialek yang berbeda,” jelas Linne Ha.
Pengumpulan data melalui rekaman ini melibatkan suara dari penutur dan lingkungan yang beragam untuk menangkap berbagai dialek-dialek khas dari bahasa tersebut.
Selain itu, metode ini juga digunakan untuk membuat suara yang terdengar layaknya suara manusia tetapi tidak mudah diidentifikasi kepada seorang pribadi tertentu.
Selain untuk mengakomodasi keperluan penutur bahasa daerah, proyek ini juga dikerjakan sebagai suatu cara untuk melestarikan Bahasa Jawa yang saat ini penggunaannya mulai menurun di kalangan pemuda.
"Sekarang tidak banyak orang yang masih menggunakan bahasa Jawa. Jangan sampai beberapa tahun ke depan bahasa Jawa menjadi bahasa yang hanya dikenal oleh para akademisi,” ungkap Dedi, Kepala Seksi Pusat Data dan Keamanan, Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM.
Unknown
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment